Jumat, 26 Juli 2013

Membedakan Campuran dan Senyawa



a.       Judul Praktikum       :  Membedakan Campuran dan Senyawa
b.      Tanggal Praktikum   :  03 Mei 2013
c.   Tujuan Praktikum     : Membedakan campuran homogen dan heterogen.






ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan yang berjudul Membedakan Campuran dan Senyawa dengan tujuan untuk membedakan campuran homogen dan heterogen. Percobaan ini dilakukan dengan metodelogi pencampuran, filter, dan pemanasan. Pencampuran dilakukan pada air dengan pasir dan etanol dengan aseton, filter dilakukan pada campuran air dan garam, dan pemanasan dilakukan  pada filtrat dari campuran air dengan garam. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa campuran air dengan pasir dan campuran etanol dan aseton merupakan campuran campuran heterogen karena kedua larutan tersebut tidak tercampur sempurna. Sedangkan campuran air dengan garam merupakan campuran homogen karena campuran tersebut larut secara sempurna dan terjadi rekristalisasi saat pemanasan.

Kata Kunci : Senyawa, Campuran Homogen, Campuran heterogen, Filter







BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang
Senyawa dan Campuran dapat kita beda-bedakan dilihat dari sifat kimia dan fisikannya. Kita dapat menemukan unsur dalam keadaan bebas, artinya unsur tersebut tidak bergabung dengan unsur lain membentuk senyawa. Namun demikian, di alam ini lebih banyak ditemukan unsur yang senantiasa mengadakan ikatan dengan unusr lain. Unsur-unsur demikian disebut dengan unsur yang reaktif. Apakah perbedaan antara senyawa dan campuran tersebut?
Komposisi unsur-unsur penyusun suatu campuran tidak tertentu sehingga kita tidak dapat menentukan rumus kimia suatu campuran. Berbeda halnya dengan senyawa yang memiliki komposisi penyusun yang tetap. Perbedaan senyawa dan campuran yang lain adalah pemisahan campuran pada umumnya dapat dilakukan secara fisika. Pemisahan secara fisika adalah pemisahan suatu zat berdasarkan sifat-sifat fisika suatu benda yang meliputi ukuran partikel dan titik didih.
Contoh, pemisahan campuran batu dan pasir dilakukan dengan pengayakan.
Contoh lain, adalah pemisahan fraksi minyak bumi dilakukan dengan teknik Distilasi, yaitu pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih masing-masing komponen di dalam campuran. Sedangkan, cara pemisahan senyawa menjadi zat-zat penyusunnya yang berupa unsur-unsur dilakukan secara kimia, artinya reaksi terjadi pada tingkat molekuler yang melibatkan pengubahan, penataan, dan pengaturan kembali atom-atom penyusun senyawa tersebut. Contohnya, untuk mendapatkan Hidrogen dan Oksigen dari air dapat dilakukan dengan elektrolisis. Reaksi elektrolisis, air secara sederhana dituliskan sebagai berikut : H0 ——–> H + O

1.2      Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini ialah untuk membedakan campuran homogen dan heterogen.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Jika beberapa zat bergabung/bercampur tanpa melakukan reaksi kimia, maka campuran zat-zat tersebut adalah campuran. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita jumpai, misalnya: air, udara, makanan dan sebagainya.

1.        Perbedaan antara campuran dan senyawa

(a) Campuran
  1. Campuran tak tentu tanpa reaksi kimia.
  2. Perbandingan komponen yang menyusun campuran tidak tertentu dan dapat sembarangan.
  3. Komponen-komponen campuran tetap memiliki sifat masing-masing.
  4. Campuran dapat dipisahkan menjadi komponen-komponennya dengan cara fisis.

(b) Senyawa
  1. Senyawa terbentuk melalui reaksi kimia.
  2. Perbandingan komponen yang menyusun senyawa melalui cara tertentu dan tetap.
  3. Komponen-komponen senyawa kehilangan sifat semulanya.
  4. Senyawa tidak dapat dipisahkan dengan cara fisis.
            Senyawa adalah zat yang terdiri atas dua atau lebih unsur masing-masing senyawa individu telah ada dalam propersi yang sama. Unsur dan senyawa dianggap sebagai zat yang murni karna komponennya selalu tetap.
Contoh: air dan natrium klorida adalah suatu senyawa yang mempunyai komposisi yang tetap dalam sampel manapun, tetapi garam dapat dilarutkan ke dalam air yang mencampur keduanya, sehingga memberikan campuran dengan berbagai komposisi..
2.         Jenis-jenis campuran
            Campuran terbagi dua jenis yaitu campuran homogen dan campuran heterogen.

(a) Campuran homogen
            Campuran homogen adalah campuran yang bersifat serba sama atau larut. Campuran ini disebut juga larutan dan mempunyai sifat selalu seragam, bila kita periksa sedikit dari bagian larutan NaOH dalam air. Sifat-sifatnya akan sama dari bagian larutan tersebut, dapat juga disebut bahwa larutan terdiri dari suatu fase (letak atau sifat sama).

(b) Campuran Heterogen
            Campuran heterogen adalah campuran yang tidak larut/berbeda sifat. Campuran heterogen juga merupakan campuran yang serba beraneka dan tidak dapat larut diantara satu sama yang lain, yang disebabkan oleh perbedaan sifat. Perbedaan sifat ini sering digunakan sebagai penguji kemurnian suatu zat.
            (E. Brady, james. Kimia Universitas)

            Jika sejumlah kecil garam (NaCl) dimasukkan ke dalam air, komposisi sifat fase cairan baru ini yaitu larutan. Berbeda dengan air murni, larutan ini adalah homogen, karena terdiri dari dua buah zat yang dapat terlarut dan sifat-sifatnya sama untuk keseluruh cairan.
            Jika pasir (SO2) ditambahkan ke dalam air, pasir akan mengendap ke dasar cairan yang tetap merupakan kepadatan tak larut dalam air. Pasir ini merupakan campuran fase, yaitu cairan yang ditambah dengan padatan.
            (Ralph. Gt. Petruci. Kimia Dasar)





3.                  Metode Pemisahan Campuran

            Pemisahan campuran dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantara ialah:

(a). Filtrasi (penyaringan)
            Filtrasi adalah cara pemisahan zat padat melalui filter (saringan) yang berpori-pori. Pada saat bereksperimen di laboratorium, untuk memisahkan pasir dari air dengan menggunakan corong yang dibasahi dengan kertas saring diatasnya. Pasir tinggal di kertas saring dan air turun ke gelas kimia menembus kertas saring. Air tersebut disebut dengan filter.
Cara filtrat ini juga digunakan untuk memisahkan zat-zat kelarutan yang berbeda, misalnya: gula dengan pasir. Jika gula tersebut dimasukkan ke dalam air, maka gula tersebut akan larut. Sedangkan pasir tidak, harus melalui penyaringan untuk memisahkan pasir dengan air.

(b). Kristalisasi (Penghamburan)
            Kristalisasi ialah cara memperoleh zat padat yang akan larut dalam air. Cara-cara kristalisasi, yaitu :
    1. Penguapan
           Cairan ini digunakan melalui pemanasan, sehingga membentuk kristal padat. Cara ini sering digunakan pada pembuatan garam. Air laut diuapkan dengan sinar matahari atau api dengan suhu tertentu, air akan menguap dan membentuk kristal garam.

    1. Pendinginan
           Zat-zat padat mudah larut dalam air panas daripada air dingin. Jika suatu larutan didinginkan maka kelarutan zat akan berkurang, sehingga muncul seperti kristal. Cara ini dipakai pada industri belerang. Dengan uap air yang sangat panas dipompakan pada deposit belerang di dalam tanah, sehingga belerang meleleh atau larut.
  1. Distilasi (penyulingan)
           Distilasi adalah cara memperoleh cairan yang dikotori zat terlarut atau bercampur dengan cairan lain yang titik didihnya berbeda. Cairan yang didingankan harus didihkan hingga menguap. Uap itu dilewatkan melalui alat pengembun (kondensor).

  1. Ekstrasi ( pengairan)
           Ektrasi adalah cara pemisahan suatu zat dari campurannya dengan melarutkan zat itu pada pelarut yang akan sesuai. Zat yang akan diperoleh disebut sari (ekstrak).

  1. Adsorpsi (penyerapan)
           Adsorpsi adalah penarikan suatu zat terhadap zat yang lain secara kuat sehingga menempel pada permukaannya. Zat penyerap yang banyak digunakan adalah karbon aktif (arang murni), yang mampu menyerap gas, zat warna, bahkan mikroorganisme.

  1. Kromatografi (pemisahan zat-zat berwarna)
           Kromatografi adalah cara pemisahan berdasarkan kecepatan zat-zat terlarut yang akan sama dengan pelarutnya, pada permukaan suatu benda penyerapan. Cairan ini dugunakan pada pemisahan zat yang berwarna.
                       (Irfan Anshary dan Kriskia Ahmad. Kimia SMU)

           Kebanyakan unsur dapat bereaksi dengan satu atau lebih unsur lain untuk membentuk senyawa. Kita mendefinisikan senyawa (compound) sebagai suatu zat yang tersusun atas atom-atom dari dua unsur atau lebih yang terikat secara kimia dengan perbandingan yang tetap. Sebagai contoh, gas Hidrogen terbakar dalam gas oksigen membentuk air, suatu senyawa yang sifat-sifatnya sangat berbeda dengan sifat-sifat dari unsur-unsur pembentuknya. Air tersusun atas dua bagian Hidrogen dan satu bagian Oksigen. Susunan ini tidak dapat berubah, darimana pun air itu berasal.
           (Raymond Chang. 2004. kimia Dasar. Penerbit Erlangga : Jakarta)

           Berikut hubungan antara unsur, senyawa dan berbagai golongan materi lainnya yang telah dirangkum dalam tabel:


 



Zat Murni
 
Campuran
 
                                                                               






 



                                                     















BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM

3.1      Alat dan Bahan
3.1.1        Alat – alat

1.      Gelas ukur 250 mL 1 buah
2.      Lampu spritus 1 buah
3.      Corong 1 buah
4.      Cawan penguap 1 buah

3.1.2        Bahan – bahan

1.            Larutan Etanol dan Aseton
2.            Garam dapur 3 gram
3.            Pasir secukupnya

3.2      Cara Kerja

1.      Diambil sedikit pasir, lalu dimasukkan ke dalam gelas kimia kemudian ditambahkan 10 mL air suling, diaduk perlahan-lahan dan dibiarkan beberapa saat. Diamati apakah air akan jernih kembali.
2.      Kertas saring dilipat sehingga berbentuk kerucut, dimasukkan ke dalam corong, dibasahi sedikit dengan air agar kertas saring melekat pada corong.
3.      Dicampurkan percobaan no. 1. diaduk kembali dan ditambahkan 3 gram garam dapur dan diaduk lagi. Campuran tersebut disaring dan dikumpulkan filtratnya dalam gelas kimia. Diamati dengan mencicipi filtratnya.
4.      Filtrat yang diperoleh dimasukkan kedalam cawan penguap dan dipanaskan pada tungku kaki tiga. Diamati terbentuknya kristal kembali (rekristalisasi).
5.      Larutan etanol ditambahkan dengan larutan aseton dan diamati, kemudian dikocok campuran tersebut dan dibiarkan beberapa saat. Diamati campuran tersebut larut atau tidak.




























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


5.1   Hasil

1.            Pada saat air + pasir dan diaduk, maka warnanya akan keruh. Kemudian tidak larut. Karena campuran ini merupakan campuran heterogen.
2.            Setelah dicicipi, filtrat yang diperoleh mempunyai rasa asin. Air + garam à larut (campuran homogen)
3.            Setelah dipanaskan, filtratnya membentuk kristal kembali (rekristalisasi), dan terbentuk larutan homogen.
4.            Etanol + aseton dicampurkan akan menghasilkan larutan heterogen, karena kedua larutan tersebut terdiri dari larutan polar dan non polar.





5.2        Pembahasan

Dari hasil pengamatan yang diperoleh, kita dapat mengetahui campuran homogen dan campuran heterogen itu bagaimana, yaitu dimana campuran homogen adalah campuran yang dapat larut, sedangkan heterogen tidak.
           Ketika air dan pasir dicampur, maka campuran tersebut tidak larut. Oleh karena itu campuran ini disebut campuran heterogen. Dan ketika diaduk, maka warnanya akan keruh. Setelah diamkan beberapa saat, pasir akan mengendap dan air kembali jernih.
           Pada air yang ditambahkan pasair dan garam, dan setelah diaduk larutan menjadi keruh. Tetapi garam telah larut dalam air. Hal ini dapat dibuktikan saat garam telah menghilang dan pasir masih mengendap di bagian bawah. Air + pasir + garam yang disaring dengan kertas saring, dan larutan jernih kembali. Pasir masih menempel pada kertas saring sebagai reside dan rasa asin, karena garam telah larut dalam air (campuran homogen).
           Kemudian filtrat dipanaskan, setelah menguap semua terbentuklah kristal garam (rekristalisasi). Pada percobaan terakhir ialah campuran etanol dan aseton yang menghasilkan larutan heterogen, karena kedua larutan tersebut rediri dari larutan polar dan non-polar. Dari hasil pengamatan dan pembahasan, kita dapat membedakan bagaimana campuran homogen dan bagaimana campuran heterogen.





















BAB V
KESIMPULAN


           Berdasarkan paparan pembahasan dan hasil dari praktikum yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan, diantaranya:


1.      Air bila dicampurkan dengan pasir akan kembali jernih apabila didiamkan.

2.      Air + pasir + garam, maka garam akan larut. Dan warna air menjadi keruh.


3.      Hasil filtrat dari percampuran air, pasir dan garam bila dipanaskan akan menghasilkan kristal-kristal kembali.

4.      Aseton + etanol menjadi campuran heterogen.










DAFTAR PUSTAKA


E_Brady. James. Kimia Universitas

Irfan Anshary dan Kriskia Ahmad. Kimia SMU

Ralph. Gt. Petruci. Kimia Dasar

Raymond Chang. 2004. Kimia Dasar. Penerbit Erlangga:  Jakarta





















LAMPIRAN II
Jawaban Tugas dan Pertanyaan


1.      Tuliskan rumus molekul minyak !
2.      Mengapa terjadi homogen dan heterogen ?
3.      Sebutkan jenis – jenis reaksi yang terjadi pada percobaan tersebut !
4.      Jelaskan bagaimana keadaan atau kondisi air setelah bercampur !

Penyelesaian :

1.      Rumus Molekul Minyak : CH3(CH2)16COOH

2.      Terjadinya homogen karena dapat dilarutkan  dengan sempurna antara pelarut dengan zat yang terlarut (tidak dapat dipisahkan). Sedangkan campuran heterogen terjadi dikarenakan beda massa jenis dan pelarut dengan zat yang dilarutkan tidak terlarut sama sekali.


3.      Jenis – jenis reaksi yang terjadi pada percobaan tersebut ialah :
                 
a.       Pasir + Air àReaksi Reversibel
b.      Garam + Air àReaksi Analitik dan reversible
c.       Etanol + Aseton àReaksi Reversibel

4.      Pada keadaan air dicampur dengan pasir, awalnya air menjadi keruh. Setelah beberapa saat air kembali jernih. Dan pada keadaan air dengan garam, air terasa asin.
5.       

LAMPIRAN III
Gambar Alat – alat


Gambar dan Nama Alat
clip_image016





Gelas Ukur
clip_image070.




Lampu Spritus
clip_image008







Corong
clip_image063



Cawan Penguap











Tidak ada komentar:

Poskan Komentar