Jumat, 26 Juli 2013

Kecepatan Reaksi



a.       Judul Praktikum       :  Kecepatan Reaksi
b.      Tanggal Praktikum   :  04 Mei 2013
c.   Tujuan Praktikum     : Mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi.





ABSTRAK

Telah dilakukan percobaan yang berjudul Kecepatan Reaksi, dengan tujuan untuk  mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi dengan menggunakan pelarut HCl dan HSO yang dicampurkan dengan paku, serbuk besi dan lempeng Zn. Pencampuran larutan dengan bentuk zat yang bereaksi akan mengalami perbedaan sekalipun unsurnya sama. Begitu pula dengan pencampuran larutan jenis zat yang bereaksi. Dari hasil percobaan diperoleh bahwa campuran HCl dengan paku lebih cepat mengalami laju reaksi daripada campuran HCl dengan serbuk besi untuk bentuk zat yang bereaksi. Sedangkan untuk perbedaan jenis zat yang bereaksi pada campuran HSOdengan Zn mengalami laju reaksi yang lebih cepat dibandingkan dengan campuran HSO dengan serbuk besi.

Kata Kunci : Laju reaksi, campuran, larutan







BAB I
PENDAHULUAN

1.1      Latar Belakang

Kinetika kimia merupakan salah satu cabang ilmu kimia fisika yang mempelajari laju reaksi. Laju reaksi berhubungan dengan pembahasan seberapa cepat atau lambat reaksi berlangsung. Merubah konsentrasi dari suatu zat di dalam suatu reaksi biasanya merubah juga laju reaksinya.
Laju reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu konsentrasi, luas permukaan sentuhan, suhu, dan katalis. Oleh karena itu, reaksi kimia dapat berjalan cepat atau lambat. Dalam industri, reaksi kimia perlu dilangsungkan pada kondisi tertentu agar produknya dapat diperoleh dalam waktu yang sesingkat mungkin. Reaksi dapat dikendalikan dengan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukanlah percobaan ini.



1.2      Tujuan Praktikum

Adapun tujuan dari praktikum ini ialah untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi.








BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Kecepatan reaksi dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya : bentuk zat, jenis zat, suhu, konsentrasi, dan katalisator.

Konsep Laju Reaksi
Laju reaksi menunjukkan besarnya perubahan konsentrasi pereaksi atau hasil pereaksi dalam satuan waktu.
(Keenan,1999)

2.1        Definisi Laju Reaksi

Reaksi kimia merupakan proses perubahan zat – zat pereaksi menjadi produk. Pada waktu reaksi berlangsung, jumlah zat pereaksi akan semakin berkurang, sedangkan jumlah produk semakin bertambah.
Laju reaksi didefinisikan sebagai laju pengurangan konsentrasi molar salah satu pereaksi atau laju pertambahan konsentrasi molar salah satu produk dalam satuan waktu.
CH3COOC2H5 + H2O             CH3COOH + C2H5OH
                        Etil Asetat                                     Asam Asetat         Etanol

Reaksi itu berlangsung lambat sehingga konsentrasi asam asetat yang terbentuk dengan mudah dapat dilakukan dengan menggunakan suatu larutan basa.
Cara yang lebih umum ialah menggunakan suatu alat yang dapat menunjukkan secara kontinyu. Salah satu perubahan fisis yang menyertai reaksi, misalnya untuk reaksi yang membebaskan gas, alat dirancang agar dapat mengukur perubahan intensitas warna, untuk reaksi gas yang disertai perubahan jumlah mol, alat dirancang untuk mengukur tekanan gas.
Reaksi gas seperti penguraian di Nitrogen Pentaoksida membentuk Nitrogen dioksida dan Oksigen.
2N2O5(g)        4NO2(g) + O2(g)
Reaksi itu disertai pertambahan jumlah mol gas, yang menyebabkan pertambahan tekanan, yang dapat dibaca pada manometer. Semakin banyak N2O5 yang terurai, semakin besar tekanan. Bila reaksi dilangsungkan pada volume dan suhu tetap, maka pertambahan tekanan dapat dikaitkan dengan pertambahan jumlah mol. Jadi satuan laju reaksi adalah mol L per detik (mol L det’) atau M det, untuk reaksi :
2N2O3(g)         4NO2(g) + O2(g)
Laju reaksi dinyatakan sebagai laju pengurangan konsentrsi molar N2O5 atau laju pertambahan konsentrsi molar O2.
                        V N2O5 =  [N2O5] M det
                        V NO2  =  [NO2] M det
                        V O2        =  [O2] M det

Sesuai dengan perbandingan koefisien reaksinya, laju pembentukan O2 adalah setengah dari laju penguraian N2O5 atau seperempat dari laju pembentukan NO2, oleh karena itu dapat ditulis dengan :
½ V N2O5 = ¼ NO2 = V O2
(Respan.1989)

2.2        Menentukan Laju Reaksi
Laju reaksi ditentukan melalui percobaan yaitu dengan mengukur konsentrasi salah satu pereaksi atau produk, dengan selang waktu tertentu. Selama reaksi berlangsung lambat, hal itu dapat dilakukan dengan mengeluarkan sampel dari campuran reaksi, lalu menganalisanya, misalnya reaksi hidrolisis etil asetat berikut ini :
Laju reaksi dapat dirumuskan dengan berikut :
Reaksi : R         P
               V = -  [R]             atau  V = +  [P]            
                          t                                       t
dengan :
R            = Pereaksi (reaktan)
P             = Produk
V            = Laju Reaksi
t              = waktu reaksi
 [R]     = perubahan konsentrasi molar pereaksi (reaktan)
 [P]      = perubahan konsentrasi molar produk
- [R]   =  laju pengurangan konsentrasi molar salah
    satu
+ [P]  = laju pertambahan konsentrasi molar salah
     satu
t          = pereaksi/produk dalam satuan waktu

               Konsentrasi molar menyatakan jumlah mol zat dalam tiap liter ruangan atau larutan.


 






2.3      Faktor – faktor Yang Dapat Mempengaruhi Laju Reaksi

Laju reaksi dapat dipengaruhi oleh konsentrasi, luas permukaan sentuh, suhu,katalis, dan tekanan gas.
a.       Konsentrasi

Apabila konsentrasi suatu zat semakin besar, maka laju reaksinya semakin besar pula dan sebaliknya. Jika konsentrasi semakin kecil, maka laju reaksi semakin kecil pula. Untuk beberapa reaksi, laju reaksi dapat dinyatakan dengan persamaan matematis yang dikenal dengan hokum laju reaksi atau persamaan laju reaksi.

b.      Luas Permukaan Sentuh

Reaksi dapat berlangsung jika zat – zat pereaksi harus bercampur atau bersentuhan. Reaksi yang berlangsung dalam sistem homogen sangat berbeda dengan reaksi yang berlangsung dalam sistem heterogen. Pada reaksi homogen, campuran zat berlangsung seluruhnya. Karena molekul – molekul itu dapat bersentuhan satu sama lainnya.

c.       Suhu

Kecepatan reaksi meningkat dengan naiknya suhu. Biasanya kenaikan suhu sebesar 10C akan menyebabkan kenaikan laju reaksi sebesar 2 atau 3 kali. Kenaikan laju reaksi ini dapat diterangkan dari gerak molekulnya. Molekul – molekul dari zat kimia selalu bergerak, karena itu kemungkinan ttabrakan.




d.      Katalis

Katalis adalah zat yang mempercepat reaksi, tetapi dianggap tidak ikut  bereaksi. Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga energi pengaktifan (EA). Contoh : reaksi – reaksi metabolisme dalam tubuh dikatalis oleh berbagai jenis enzim.



e.       Tekanan Gas

Jika tekanan gas diperbesar, maka volume gas itu diperkecil, sehingga letak partikel semakin berdekatan dan makin mudah bertumbukan. Jadi semakin besar tekanan gas, maka semakin cepat reaksinya.

Persamaan laju reaksi menyatakan hubungan konsentrasi pereaksi dengan laju reaksi. Pangkat konsentrasi disebut orde atau pangkat reaksi, sedangkan jumlah pangkat konsentrasi pereaksi disebut orde total. Faktor (K) dalam faktor suhu adalah tetapan jenis reaksi dan mempunyai nilai tertentu untuk setiap jenis reaksi.

(Priyatna,2001)


















BAB III
METODELOGI PRAKTIKUM


3.1      Alat dan Bahan

3.1.1        Alat – alat

1.      Tabung reaksi 4 buah
2.      Rak Tabung 1 buah
3.      Stopwatch 1 buah
4.      Gelas Ukur 10 mL 1 buah

3.1.2        Bahan – bahan

1.      Larutan HCl 1 M
2.      Larutan H2SO4 0,5 M
3.      Serbuk besi dan lempeng Zn secukupnya

3.2      Cara Kerja

  1. Bentuk Zat yang Bereaksi
           
            Diisi 2 tabung reaksi dengan HCl 1 M masing – masing 2 mL. pada saat yang bersamaan, diisikan dalam salah satu tabung  dengan paku dan tabung yang lain dengan serbuk besi. Diamati perubahan yang terjadi dan dicatat waktu terjadinya perubahan tersebut.



  1. Perbedaan Jenis Zat yang Bereaksi

            Diisi 2 tabung reaksi dengan H2SO4 1 M masing – masing 2 mL. Pada saat yang bersamaan, diisikan dalam salah satu tabung dengan lempeng Zn dan tabung yang lain dengan serbuk besi. Diamati perubahan yang terjadi dan dicatat waktu terjadinya perubahan tersebut.

























BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN


5.1   Hasil

1.            Bentuk Zat yang Bereaksi

HCl + Paku
               Reaksinya lebih cepat dan menimbulkan gelembung – gelembung gas kecil dan warnanya putih bening.
                 
                  HCl + Serbuk Besi
                  Reaksinya lambat dan timbul gelembung gas besar akan tetapi sedikit dan keruh.

2.            Perbedaan Jenis Zat yang Bereaksi

         H2SO4 + Zn
         Menimbulkan reaksi gelembung – gelembung gas dalam waktu 20 detik dan sampai stopwatch dimatikan masih terlihat gelembung – gelembung gas, warnanya juga putih bening.

         H2SO4 + Serbuk Besi
         Timbul gelembung – gelembung gas akan tetapi lambat dan lebih kecil dan warnanya keruh.




5.2        Pembahasan

                  Pada percobaan ini dengan adanya bentuk zat yang bereaksi dan perbedaan jenis zat yang bereaksi, kita dapat mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksinya.
                  Pada percobaan pertama, ketika larutan HCl 1 M dimasukkan ke dalam dua buah tabung reaksi, dan secara bersamaan dimasukkan serbuk besi dan lempeng Zn pada masing – masing tabung. Setelah diamati perubahan yang terjadi ialah timbulnya gelembung – gelembung gas pada kedua campuran. Akan tetapi, pada HCl + paku lebih cepat timbul gelembung gas tersebut dan lebih bening, jika dibandingkan dengan campuran larutan HCl + serbuk besi dimana gelembung – gelembung gasnya lebih lambat timbul, reaksinya lebih cepat hilang. Hal itu terjadi dikarenakan larutan HCl merupakan larutan asam, dan paku lebih murni jika dibandingkan lempeng Zn. Karena lempeng Zn malah mengendap dalam air.
                  Pada percobaan kedua, ketika larutan H2SO4 1 M diisikan ke dalam 2 buah tabung reaksi, dan secara bersamaan dimasukkan lempeng Zn dan serbuk besi pada masing – masing tabung. Setelah diamati, H2SO4 + Zn menimbulkan gelembung – gelembung gas dalam waktu 20 detik  dan sampai stopwatch dihentikan pada waktu pada waktu 50 detik masih terlibat gelembung, warnanya juga bening. Sebaliknya, H2SO4 + serbuk besi mengalami kelambatan reaksi gelembung – gelembung, warnanya juga keruh. Hal itu terjadi karena adanya perbedaan jenis zatnya.









BAB V
KESIMPULAN


                     Berdasarkan hasil pengamatan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan di antaranya sebagai berikut :

  1. Faktor – faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi yaitu  bentuk zat, jenis zat, suhu, konsentrasi, dan katalisator.
  2. Pencampuran larutan dengan bentuk zat yang bereaksi akan mengalami perbedaan, sekalipun jenisnya atau unsurnya sama.
      Contoh :
                     HCl + paku        Terjadi reaksi gelembung – gelembung gas yang lebih cepat.
                     HCl + serbuk besi            Terjadi reaksi gelembung – gelembung gas yang agak lama.
  1. Pencampuran larutan dengan jenis zat yang bereaksi juga akan mengalami perubahan yang sama seperti kesimpulan no.2, memiliki perbedaan kecepatan reaksi dengan jenis zat yang berbeda pula.
Contoh :
               H2SO4 + Zn            Timbul gelembung – gelembung gas lebih cepat dan berwarna bening.
               H2SO4 + serbuk besi      Timbul gelembung – gelembung gas yang agak lama dan berwarna keruh.







DAFTAR PUSTAKA



Keenan, Klein Felter, Wood A.1999.Kimia Untuk Universitas Edisi VI.Jilid I.Jakarta : Erlangga

Priyatna, Amien.2001.Kimia.Yogyakarta : Termodinamika

Respah.1989.Dasar-dasar Ilmu Kimia.Jakarta : Rineka Cipta





















LAMPIRAN II
Jawaban Tugas dan Pertanyaan


1.Tuliskan rumus molekul reaksi !
2.Mengapa terjadi perubahan warna pada reaksi ?
3.Sebutkan endapan apa yang terjadi pada percobaan !
4.Jelaskan mengapa warna setelah reaksi terjadi perubahan !

Penyelesaian :

1. Rumus molekul reaksi ialah rumus yang menyatakan jumlah atom – atom dari unsur – unsur yang menyusun satu molekul senyawa.

2. Perubahan warna terjadi pada reaksi dikarenakan gerakan partikel – partikel pereaksi semakin cepat yang menyebabkan tumbukan antar zat pereaksi bertambah banyak.


3. Endapan yang terjadi pada percobaan, yaitu endapan putih dan endapan serbuk besi.

4. Setelah reaksi, terjadi perubahan warna karena adanya reaksi yang semakin cepat pada reaksi – reaksi kimia. Dan karena perbedaan bentuk zat serta jenis zat yang bereaksi.





LAMPIRAN III
Gambar Alat – alat



Gambar dan Nama Alat
Fungsi
Tabung Reaksi


Digunakan untuk menampung larutan.
clip_image016




Gelas Ukur


Untuk mengukur volume larutan.
clip_image051



Rak Tabung

Tempat tabung reaksi. Biasanya digunakan pada saat melakukan percobaan yang membutuhkan banyak tabung reaksi.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar